SOLO, YOU’RE CITY FRIEND

<a href=" Kontes Tulisan Tentang Solo ” title=”SOLO, YOU’RE CITY FRIEND”>SOLO, YOU’RE CITY FRIEND

        Solo merupakan kota yang dipenuhi rasa spektakuler dan bersahabat, itu menurut saya. Saya bisa mengatakan seperti karena Solo lah yang bisa mempertemukan Trio lugu yaitu Bhagaz, Dhani, dan Randy (saya sendiri). Berawal dari kisah lebaran tahun 2011, saya berangkat ke Solo, tepatnya kerumah nenek, dengan rasa berat karena jauhnya perjalanan dari Jakarta menuju Solo menempuh sekiranya 12 jam lebih. Saya berangkat saat hari-H bertepatan saat solat ied. Sesampainya di Solo, dengan rasa lelah, saya seperti tidak mau keluar dari rumah nenek. Saat malam tiba-tiba di sms lah saya dengan sahabat saya bhagaz. Dia bertanya apakah saya pulang ke Solo atau tidak, lalu saya jawab ‘iya’. Lalu bhagaz pun mengajakku untuk jalan-jalan menelusuri kota Solo. Awalnya saya males karena saya terlalu capek akibat perjalanan dan saya tak bisa berbahasa jawa, tetapi karena dia sahabat ku, akhirnya saya memutuskan untuk ikut.

    Keesokan harinya, bhagaz pun datang menjemput kerumah saya. Bhagaz memberitahukan kalau dhani ternyata pulang ke Solo juga satu hari sebelum saya tiba di Solo. Akhirnya saya dan bhagaz pun dateng menjemput dhani yang bertepatan didaerah dalam keraton Solo. Saat masuk keraton, saya pun melihat berbagai macam dagangan-dagangan dan berbagai macam keluarga berdatangan untuk membeli souvenir ataupun sekedar iseng bermain di keraton. Saya juga sempat melihat kerbau bule, yaitu kerbau yang biasa dikeluarkan saat tahun baru islam untuk di arak-arakan. Sesampainya di rumah dhani, saya beristirahat sebentar. Setelah itu bhagaz mengusulkan untuk bermain-bermain didaerah keraton dan mampir ke pasar klewer. Bhagaz ingin membeli sepatu sekolah untuknya karena sepatunya mulai rusak. Kami bertiga keluar ditengah teriknya matahari menuju arena tengah keraton. Kami melihat-lihat berbagai peninggalan dari jaman dahulu. Kami sempat melihat foto-foto orang keraton yang berwarna hitam putih. Kami berjalan mengitari keraton, tanpa mengingat rasa lelah, kami bercandaan saat berjalan ataupun didalam keraton. Lalu, kami pun mengunjungi masjid besar, kami hendak melakukan sholat dzuhur. Saya sangat mengagumi pembangunan masjid itu, karena tampaknya masjid tersebut tampak terlihat tua. Walaupun begitu, masjid itu terlihat bersih dan rapi, serta nyaman. Setelah sholat, saya berjalan menuju pasar klewer. Di pasar itu, sangatlah ramai dan berdesak-desakan. Hampir setengah jam kami bertiga di pasar klewer hendak mencari barang yang ingin kami beli. Dengan baju penuh keringat, kami berlari-larian sambil bercanda di pasar klewer.

    Hal yang paling bikin saya geleng-geleng kepala, saya heran saat teman saya sudah tiga kali mencoba sepatu di setiap pedagang. Sampai-sampai saya dan dhani mengisenginya dengan berkata, “pake bakiak aja gaz. Nyari sepatu sekolah udah kayak nyari sepatu cinderella aja”. Setelah puas menelusuri keraton, saya pun pulang jam 5. Saya tidak pernah terpikirkan rasa lelah karena perjalanan panjang kemaren untuk mencapai kota Solo. Teman-teman saya yang telah menghapus rasa lelah saya, malah teman-teman saya memilihkan oleh-oleh saya untuk pacar saya berupa tas samping dengan motif batik. Pengalaman yang mengesankan di kota Solo. Solo City, My Friend, Amazing City !!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s